Prince tweet sebuah lagu baru yang terinspirasi dari Protes Baltimore

Prince tweet sebuah lagu baru yang terinspirasi dari Protes Baltimore

Legenda pop, Prince merilis sebuah lagu baru yang diberi judul “Baltimore” pada hari Sabtu untuk menghormati Freddie Gray (25 tahun) yang kematiannya memicu protes dan kerusuhan di kota Baltimore.

Prince akan menampilkan lagu barunya tersebut  di “Rally 4 Peace,” sebuah konser di Royal Farms Arena, Baltimore. Bintang pop legendaris menawarkan follower Twitter-nya untuk mengikuti acara tersebut.

Prince tweet sebuah lagu baru yang terinspirasi dari Protes Baltimore

Lagu tersebut dibuka dengan sebuah lirik; “Nobody got in nobody’s way / so I guess you could say it was a good day / at least a little better than the day in Baltimore. / Does anybody hear us pray / for Michael Brown or Freddie Gray? / Peace is more than the absence of war.”

The “Rally 4 Peace” konser diselenggarakan untuk menjadi “katalis untuk jeda dan refleksi” setelah aksi protes baru-baru ini dan kerusuhan kekerasan di Baltimore setelah kematian Gray yang menyebabkan Gubernur Maryland, Larry Hogan menyatakan keadaan darurat di kota tersebut pada 10 April . Prince akan bergabung dengan kelompok funk-rock 3RDEYEGIRL dan “tamu superstar,” yang hingga kini tidak disebutkan namanya,  kata Royal Farms Arena dalam tweetnya.

Sebagian dari hasil konser akan disumbangkan bagi kaum muda di Baltimore. Mereka yang menghadiri konser telah diminta untuk memakai pakaian berwarna abu-abu.

“Sebagai pesan simbolik kemanusiaan dan cinta satu sama lain bersama, peserta diajak untuk memakai sesuatu abu-abu dalam penghormatan kepada semua orang yang baru saja kehilangan dalam peristiwa kekerasan itu,” dalam siaran pers yang dirilis oleh penyelenggara konser, seperti dilansir laman mashable.

Konser tersebut juga akan disiarkan langsung (live) di Tidal secara gratis pada hari Minggu. Perusahaan, yang dimiliki oleh rapper dan pengusaha Jay-Z, mengatakan akan membuka donasi melalui website Tidal untuk disumbangkan kepada Baltimore.

Gray meninggal pada 19 April setelah mendapat cedera parah yang diderita saat dalam tahanan polisi. Dia ditangkap di West Baltimore pada 12 April tanpa alasan.

Enam petugas polisi menghadapi tuduhan kriminal dalam kematiannya, Jaksa Agung Baltimore, Marilyn Mosby mengatakan bahwa cedera Gray bertambah parah ketika diri pemuda tersebut diamankan dalam sebuah van polisi dengan tangan diborgol dan kakinya dibelenggu.

Kematiannya memicu protes luas di kota, yang berubah menjadi kekerasan meluas hingga terjadi penjarahan dan pembakaran toko. Departemen Kehakiman mengumumkan penyelidikan hak-hak sipil federal yang menjadi kewenangan Departemen Kepolisian Baltimore.

 

Silahkan Berkomentar....