Perbedaan KPR SYARIAH, KPR Bank Syariah & KPR Bank Konvensional

 

Para Pihak

  • KPR Syariah : Hanya ada 2 pihak (Penjual dan pembeli)
  • Bank Syariah : Ada 3 pihak yaitu Developer, Pembeli dan Bank
  • Bank Konvensional : Ada 3 pihak yaitu Developer, Pembeli dan Bank

 

Sistem cicilan

  • KPR Syariah : Cicilan flat (total harga atau bsa disebut hutang dibagi jumlah bulan dalam masa hutang atau tenor)
  • Bank Syariah : Cicilan flat (total harga atau bsa disebut hutang dibagi jumlah bulan dalam masa hutang atau tenor)
  • Bank Konvensional : Mayoritas cicilan tidak flat mengikuti suku bunga. Ini adalah riba karena ada tambahan dari hutang piutang (sistemnya itu menuliskan harga pokok lalu dikalikan bunga)

 

Barang Jaminan (Rumah)

  • KPR Syariah: Tidak menjaminkan barang yang sedang di perjualbelikan (ini benar)
  • Bank Syariah: Menjaminkan barang yang sedang diperjualbelikan
  • Bank Konvensional: Menjaminkan barang yang sedang diperjualbelikan

 

DENDA (Adanya riba atau pertambahan dari harga yg telah ditetapkan)

  • KPR Syariah: Tidak ada denda
  • Bank Syariah: Tidak ada denda
  • Bank Konvensional: Ada denda

 

Apabila macet dan tidak bisa melanjutkan KPR

  • KPR Syariah: Tidak ada sita
  • Bank Syariah: Tidak ada sita
  • Bank Konvensional: Ada sita

 

Pelunasan yang dipercepat, ada PENALTY?

  • KPR Syariah: Tidak ada penalty
  • Bank Syariah: Tidak ada penalty
  • Bank Konvensional: Ada penalty. Ini adalah riba karena ada penambahan dari hutang piutang

 

Penggunaan Asuransi, (padahal asuransi belum ada yg sesuai syariah) 

  • KPR Syariah: Tidak memakai asuransi
  • Bank Syariah: Memakai asuransi
  • Bank Konvensional: Memakai asuransi

 

BI CHECKING

  • KPR syariah: Tidak ada BI Checking sehingga memberikan kemudahan bagi:
    1. Karyawan kontrak
    2. Pedagang kecil
    3. Usia lanjut
    4. Pekerjaan yang sulit lolos BI Checking
  • Bank Syariah: Ada BI Checking
  • Bank Konvensional: Ada BI Checking