Tips Menggunakan Kartu Kredit dengan Tepat

Kartu kredit adalah salah satu alat pembayaran favorit bagi sebagian orang. Sebab, banyak fasilitas yang didapat dari penggunaan kartu kredit. Misalnya potongan harga dan fasilitas cicilan yang ringan.

Tapi walau punya segudang fasilitas, kartu kredit harus digunakan dengan bijak. Soalnya salah-salah kita bisa terjerumus ke jurang utang yang dalam. Yang lebih fatal, kita bisa mengalami kebangkrutan total sehingga kondisi keuangan keluarga berantakan.

Karena itu, kita harus memastikan diri memahami rumus menggunakan kartu kredit yang tepat sebelum apply kartu kredit. Berikut adalah hal-hal yang perli diperhatikan saat menggunakan kartu kredit:

Yang Perlu Dilakukan

1. Tetapkan bujet

Bujet belanja per bulan harus tersedia agar kita punya patokan untuk mengamankan keuangan. Misalnya pendapatan Rp 10 juta. Sisihkan Rp 4 juta untuk ditabung. Rp 6 juta sisanya bisa dipakai untuk belanja, termasuk dengan menggunakan kartu kredit.

Adapun belanja dengan kartu kredit juga wajib diberi batas. Dalam hal ini bank telah membantu dengan menetapkan limit.

2. Pahami syarat dan ketentuan

Ini yang biasanya luput dari perhatian. Syarat dan ketentuan mutlak dibaca dan dipahami dengan teliti agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari.

Banyak kasus di lapangan pemilik kartu kredit mencak-mencak sampai menulis surat pembaca di media massa karena merasa dibebani “biaya siluman” dalam tagihannya. Padahal penghitungan bunga itu sudah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan bank tersebut.

Selain itu, pastikan kita mengetahui besaran biaya tambahan yang harus kita bayar, seperti denda keterlambatan, biaya penarikan tunai, dan biaya-biaya lain. Dengan begitu, kita bisa berpikir dua kali sebelum menggunakan kartu kredit untuk keperluan yang mendatangkan biaya tambahan.

3. Usahakan bayar penuh

Meski ada pilihan membayar minimum tagihan yakni 10 persen dari total tagihan, usahakan membayar penuh tagihan setiap bulan. Ini berguna untuk menjaga cashflow atau aliran masuk-keluar duit di rekening tetap lancar.

Pembayaran minimum menyebabkan datangnya tagihan yang lebih besar pada bulan berikutnya. Soalnya ada bunga yang jika dihitung-hitung lumayan besar juga.

Akan lebih membahayakan kalu setiap bulan membayar jumlah minimum saja. Itu artinya kita sedang menggali kubur sendiri. Pada waktunya kita akan terkubur oleh utang yang terus menumpuk.

4. Teliti tagihan

Banyak pengguna kartu kredit yang membayar begitu saja tagihan begitu mendapat surat tagihan dari bank. Padahal seharusnya mereka memeriksa dulu tagihan itu. Siapa tahu ada biaya transaksi yang tak kita lakukan tapi dibebankan di tagihan kita.

 

Yang Jangan Dilakukan

1. Membiarkan outstanding balance tak terbayar

Outstanding balance muncul saat kita tak membayar penuh tagihan dalam suatu bulan. Pada bulan berikutnya, akan muncul outstanding balance sejumlah tertentu. Jika pada bulan itu kita lagi-lagi tak membayar penuh, utang ini bakal membengkak di bulan selanjutnya.

Jika kita memang tak bisa membayar penuh tagihan bulan ini, usahakan melunasinya pada bulan berikutnya. Sebab bunga outstanding balance ini bisa tumbuh dengan cepat melampaui limit kartu kredit bila dibiarkan lama tak terbayar lunas.

2. Bertransaksi mendekati limit kartu kredit

Rumus umum menjaga kartu kredit tetap sehat adalah maksimal menggunakan 70 persen dari limitnya. Misalnya limit kartu kredit Rp 10 juta. Usahakan setiap bulan maksimal bertransaksi Rp 7 juta dengan kartu kredit itu.
Akan lebih baik lagi jika tidak sampai Rp 7 juta. Ini berguna untuk mencegah terjadinya over limit.

Jika kita misalnya telah memakai Rp 9 juta sebelum tanggal tagihan dan tiba-tiba ada keperluan mendesak yang mengharuskan pemakaian kartu kredit sebesar Rp 2 juta, artinya kita harus melanggar batas kartu kredit. Karena itulah sebaiknya kita tak bertransaksi mendekati limit.

3. Memperlakukannya sebagai dana cadangan

Meski fungsi kartu kredit bisa dijadikan dana cadangan, sebaiknya buang jauh-jauh pemikiran itu. Kartu kredit hanyalah alat pembayaran yang memudahkan transaksi tanpa uang cash.

Jika hendak memakainya untuk keperluan darurat dalam jumlah besar, pastikan bisa melunasinya saat tagihan datang. Jika tak bisa memastikan, lebih baik gunakan pilihan lain, seperti mengajukan kredit tanpa agunan (KTA) ke bank.

4. Enggan mengkonsultasikan kesulitan keuangan

Jika kondisi keuangan sedang tak baik sehingga sulit membayar tagihan, tak perlu malu mendatangi bank penerbit kartu kredit untuk berkonsultasi. Pihak bank bisa membantu mengatur rencana pembayaran tagihan lewat negosiasi.

Jika keuangan tengah parah, kita bisa mencari perencana keuangan untuk meminta solusi. Intinya, jika terjadi masalah keuangan yang membuat tagihan tak terbayar, tak perlu malu menceritakan kesulitan itu. Jangan malah menganggapnya remeh dan menutup-nutupi.

Itulah rumus menggunakan kartu kredit dengan bijak dan tepat.  Tidak rumit asalkan kita mau sedikit lebih teliti dan disiplin.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *